Thefadhil's Blog

Just another WordPress.com weblog

RESUME EKOLOGI LAUT TROPIS

Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Yang dipelajari diekologi adalah Niche, siklus biogeokimia, ekologi laut tropis, ekosistem.

Niche

Niche atau nicia atau ecological niche, tidak hanya melipu tiruang / tempat yang ditinggali organisme, tetapi juga peranannya dalam komunitas, dan posisinya pada gradient lingkungan: temperatur, kelembaban, pH, tanah dan kondisi lain.

Suksesi yakni primer, organis memulai menempati wilayah baru yang belum ada kehidupan contohnya delta

Sekunder, terjadi setelah komunitas yang ada menderita gangguan yang besar

Faktor pembatas

Dalam ekologi tumbuhan factor lingkungan sebagai factor ekologi dapat dianalisis menurut bermacam-macam faktor. Satu atau lebih dari faktor-faktor tersebut dikatakan penting jika dapat mempengaruhi atau dibutuhkan, bila terdapat pada taraf minimum,maksimum atau optimum menurut batas-batas toleransinya

Tumbuhan untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrient tertentu(misalnya unsur- unsur nitrat dan fosfat) dalam jumlah minimum. Dalam hal ini unsur- unsur tersebut sebagai factor ekologi berperan sebagai factor pembatas

Adaptasi merupakan penyesuaian diri dari suatu makhluk hidup terhadap lingkungannya yang berubah. Adaptasi di bedakan menjadi adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi kultural. dan yang tidak melakukan adapatasi di sebut maladaptasi.

Karena dalam ekologi juga terkait dengan energy maka pasti di dalamnya terdapat siklus energy . siklus tersebut merupakan siklus biogeokimia. siklus biogeokimia adalah siklus unsure atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik kemudian kembali lagi ke abiotik, dan rantai makanan termasuk ke dalam siklus ini. dalam rantai makanan itu terjadi pertukaran energy atau transport energy.

Beberapa  cara bagaimana nutrient masuk ke dalam ekosistem :

  1. Weathering
  2. Atmospheric Input
  3. Biological Nitrogen Fixation
  4. Immigration

Selain itu ekosistem juga dapat kehilangan nutrient , berikut ini adalah cara di mana ekosistem kehilanag nutrient :

  1. Erosion
  2. Leaching, intrusi
  3. Gaseous Losses
  4. Emigration and Harvesting

Selain rantai makanan, Siklus Biogeokimia juga mencakup siklus Nitrogen, siklus Fosfor, siklus Karbon, dan juga siklus Oksigen.

  1. 1. Siklus nitrogen

Nitrogen merupakan unsur senyawa kimia yang paling banyak terdapat di atmosfer. Jumlahnya sekitar80%.  Nitogen bebas di udara dapat bereaksi dengan hirogen atau oksigen dengan bantuan dari petir yang di sebut proses elektrisasi.

  1. 2. Siklus Fosfor

Senyawa fosfor di alam terbagi dalam dua yaitu, senyawa fosfat organik (pada hewan dan tumbuhan) dan senyawa fosfat anorgani (pada air dan tanah). fosfat organik yang terdapat dalam hewan dan tumbuhan yang mati akan di uraikan oleh decomposer dan menjadi fosfat anorganik. Lalu fosfat yang terlarut di air tanah atau di air laut  akan mengendap di di sedimen laut. Setelah itu fosfat yang dari batuan itu akan terkikis lalu akan terserap lagi oleh tumbuhan.

  1. 3. Siklus Karbon dan Oksigen

Merupakan siklus biogeokimia yang terbesar, Ada 3 hal yang terjadi pada karbon:

  1. Tinggaldalamtubuh,
  2. Respirasi oleh hewan,
  3. Sampah / sisa 45% digunakan untuk pertumbuhan, 45% untuk respirasi, dan 10% untuk DOC,

Karbon masuk ke perairan melalui proses difusi

Lingkungan Hidup Bahari

Laut merupakan penghubung (bukan perintang) antar bagian bumi dan Sumber bahan makanan untuk melengkapi bahan makanan dari daratan. Sumber mineral, energy fosil (minyak bumi) banyak didapatkan dilepas pantai, energy tidal.

Karakteristik Laut Tropik

Laut Tropis: sinar matahari terus menerus sepanjang tahun (hanyaadaduamusim, hujandankemarau), kondisi optimal bagi produksi fitoplankton dan constant sepanjang tahun

Laut Subtropis: intensitas sinar matahari bervariasi menurut musim (dingin, semi, panas dan gugur). Tingkat produktifitas akan berbeda pada setiap musim. Musim semi adalah  tinggi, dingin, sangat rendah

Laut Kutub: masa produktifitas sangat pendek (Juli atau Agustus), musim panas: fitoplankton tumbuh

Laut Tropik: predator tertinggi (tuna, lanset fish, setuhuk, hiu sedang dan hiu besar), predator lainnya: cumi-cumi, lumba-lumba

Laut Subtropik: predator tertinggi (lumba-lumba, anjing laut dan singa laut, paus, burung-burung laut), predator lainnya: salem, cumi-cumi

Laut Kutub: predator tertinggi (paus), predator lainnya: anjing laut, singa laut.

Dari penjelasan di atas mengenai apa itu ekologi dan apa-apa saja komponen yang di pelajari dalam ekologi. kita dapat mempelajari lagi ilmu ekologi yang lebih khusus, yaitu ekologi laut tropis. Ekologi laut tropis adalah ilmu ekologi yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya dimana lingkungan organismenya adalah laut tropis. Laut tropis itu sendiri adalah lautan yang mendapatkan penyinaran matahari secara terus-menerus sepanjang tahun dan seperti daerah tropis hanya memiliki dua musim ,yaitu musim kemarau dan musim hujan.  dengan hanya memiliki dua musim maka menyebabkan produktivitas primer di laut tropis konstan sepanjang tahun. Dengan keadaan seperti itu maka kondisi hayati di laut tropis itu lebih beraneka ragam jika di bandingkan dengan kondisi hayati di daerah laut subtropik ataupun di daerah laut kutub.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di daerah tropis. sehingga organisme laut yang terdapat di Indonesia itu sangat beragam antara lain :

  1. Terumbu karang (600 dari 800 spesies)
  2. Mangrove (40 spesies mangrove sejati dari 50 spesies)
  3. Lamun (12 spesies)
  4. Rumput Laut (56 spesies)

Ekosistem yang terdapat di daerah pesisir  dan laut tropis itu sendiri antara lain adalah

v  Ekosistem mangrove

Merupakan hutan yang pengaruhi oleh tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai maupun muara sungai yang di pasang surut air laut.  hutan mangrove di Indonesia merupan hutan mangrove terbesar di Indonesia. Fungsi dari hutan mangrove itu sendiri antara lain sebagai peredam ombak, angin ataupun badai; melindungi dari abrasi; sebagi daerah mencari makan,pembiakkan, dan pembesaran; dll.

Selain itu mangrove juga memiliki nilai ekonomi, sehingga banyak hutan mangrove yang di tebang secara illegal oleh orang untuk di jual. Sebenarnya mangrove memiliki fungsi lebih penting di bandingkan dengan kepentinag ekonomi. jika hutan mangrove tidak ada maka akan mengacaukan rantai makanan dan membuat kerusakan pada ekosistem. Karena ada bebrapa hewan yang hidupnya bergantung pada hutan mangrove.

v  Ekosistem Terumbu Karang

Ekosistem ini terdapat di dalam laut. terumbu karang sendiri merupakan hewan karang  zooxanthellae yang bersimbiosis dengan karang yang terbentuk dari kalsium karbonat. Indonesia sendiri memiliki banyak spesies terumbu karang dan memliki ekosistem terumbu karang yang sangat luas. Tetapi, sangat di sayangkan dari semua ekosistem terumbu karang yang ada di Indonesia hanya sekitar 6,2% saja yang kondisinya masih baik. semua kerusakan terumbu karang itu di sebabkan karena ulah

dari manusia itu sendiri. Seperti melakukan pengeboman ketika sedang melakukan penangkapan ikan. padahal terumbu karang itu memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi terumbu karang tersebut antara lain sebagai daerah mencari makan, berkembang biak, pembesaran dari ikan-ikan karang; sebagai pengendap kalsium dari sungai yang mengalir ke laut; sebagai penyerap karbon;dll. Beberapa cara untuk melestarikan lamun adalah dengan menghentikan penambangan lamun untuk di jadikan bahan bangunan dan mencegah kegiatanpengerukan yang dapt menyebabkan sedimentasi.

v  Ekosistem Lamun

Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidupnya tertupi oleh air laut. padang lamun merupakan ekosistem yang memiliki produktivitas paling tinggi di bandingkan dengan ekosistem pesisir dan laut yang lain. Fungsi penting dari lamu itu sendiri adalah sebagai tempat berkembang biak, mencari makan dan pembesaran ikan, selain itu juag sebagai perendam arus. namun sekarang ini padang lamun mengalami banyak ancaman kerusakan yang berasal dari aktifitas manusia. seperti halnya pembuangan limbah ke daerah padang lamun oleh manusia. ada dua cara untuk penentuan status keadan padang lamun yaitu  Metode Transek Garis atau Line Intercept Transect (LIT) dan Petak contoh (Transect plot).

Upaya – upaya pelestarian ekosistem pesisir.

Ekosistem lamun

  • Mencegah terjadinya pengrusakan akibat pengerukan dan pengurugan kawasan lamun
  • Mencegah terjadinya pengrusakan akibat kegiatan konstruksi di wilayah pesisir
  • Mencegah terjadinya pembuangan limbah dari kegiatan industri, buangan termal serta limbah pemukiman

Upaya pelestarian ekosistem mangrove

  • Mencegah konversi lahan mangrove menjadi  pemukiman dan lahan tambak
  • Mencegah penebangan kayu mangrove untuk bahan baku arang
  • Mencegah penebangan kayu mangrove untuk bahan bangunan.

Link daftar istilah ://adhionta.wordpress.com

KONDISI MANGROVE DI WILAYAH PESISIR CIREBON

KONDISI MANGROVE DI WILAYAH PESISIR CIREBON

Potensi sumberdaya wilayah pesisir dan laut yang terdapat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat besar seharusnya mampu memberikan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun ketimpangan cara pandang antara wilayah daratan dan wilayah pesisir membuat fokus pembangunan lebih dikonsentrasikan pada wilayah darat, sehingga potensi wilayah pesisir dan laut tidak diwujudkan dan didayagunakan secara optimal serta permasalahan-permasalahan di wilayah pesisir seperti abrasi, sedimentasi, dan erosi tidak tertangani dengan tuntas. Hal ini tercermin dalam berbagai kebijakan pembangunan kelautan di Indonesia.

Hutan mangrove di sepanjang pantai Cirebon mulai rusak oleh ulah manusia. Padahal tanaman tersebut berfungsi menahan abrasi air laut. Abrasi merupakan salah satu jenis permasalahan di wilayah pesisir. Abrasi adalah proses perubahan fisik pantai yang disebabkan oleh gelombang dan arus laut. Abrasi yang terjadi di Pantai Grogol Kabupaten Cirebon dipengaruhi oleh faktor oceanografi Laut Jawa, sedangkan abrasi yang terjadi Pantai Bojongsalawe Kabupaten Ciamis dipengaruhi oleh faktor oceanografi Samudera Hindia. Abrasi yang terjadi di kedua tempat ini telah berpengaruh pada komponen-komponen sistem pembangunan wilayah pesisir dan laut, yaitu ekonomi, sosial, budaya, dan hukum; kewilayahan; ekosistem; pengelolan Daerah Aliran Sungai (DAS); dan oceanografi dan estuari.

FAUNA EKOSISTEM MANGROVE

Fauna yang terdapat di ekosistem mangrove merupakan perpaduan antara fauna ekosistem terestrial, peralihan dan perairan.  Fauna terestrial kebanyakan hidup di pohon mangrove sedangkan fauna peralihan dan perairan hidup di batang, akar mangrove dan kolom air. Beberapa fauna yang umum dijumpai di ekosistem mangrove dijelaskan sebagai berikut:

  • Mamalia
  • Reptil dan Amphibi
  • Burung
  • Crustacea dan Moluska
  • Ikan
  • Kepiting

Fauna- fauna tersebut tentunya memiliki kasus dimakan dan memakan. Berikut adalah skema rantai makanan pada ekosistem pesisir :

Secara umum di perairan terdapat dua tipe rantai makanan yaitu rantai makanan langsung dan rantai makanan detritus. Di ekosistem mangrove rantai makanan yang ada untuk biota perairan adalah rantai makanan detritus. Detritus diperoleh dari guguran daun mangrove yang jatuh ke perairan kemudian mengalami penguraian dan berubah menjadi partikel kecil yang dilakukan oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.
Keberhasilan dari pengaturan menggabungkan dari mangrove berupa sumber penghasil kayu dan bukan kayu, bergantung dari pemahaman kepada; satu parameter dari ekologi dan budaya untuk pengelolaan kawasan hutan (produksi primer) dan yang kedua secara biologi dimana produksi primer dari hutan mangrove merupakan sumber makanan bagi organisme air (produksi sekunder). Pemahaman aturan tersebut merupakan kunci dalam memelihara keseimbangan spesies yang merupakan bagian dari ekosistem yang penting.

keindahan january

ketika semua orang meryakan tahun baru ternyata bukan itu yang ku tunggu mealinkan bulan di awal tahun dan memulai ke hidupan baru serta membuang kepenatan di tahun lalu tetapi semua itu hanyalah rangkaian harapan yang mudah-mudahan akan benar-benar terwujud di tahun yang akan datang,

dari pada ngomong ngelantur sana-sini mendingan kita langsung saja ke topik kita,yah “keindahan january”.kenapa indah??karna di bulan itu gu bisa menyalurkan hobi gu dan merealisasikan kepada mereka-mereka yang beruntung merasakannya,hahaha

kenapa gu tertawa karena di bulan itu semua teman gu dapat merasakan kenikmatan dan kado khusus dari gu berupa rangkaian penyiksaan,hahahha

klo inget kejadian-kejadian seperti itu cuma ketawa yang bisa gu lakuin hahahahhahaha

gimana engga,tengah malam ga kurang dari 1 kg telur singgah di badannya,atau terigu dan peralatan lucu lainnya yang mengharuskan teman gu mandi ditengah malam,contoh adi dan ruly

hahahhahaha,,tetapi tidak berarti semua itu harus berakhir begitu saja,salah satu yang gu sebutkan malah paginya sehabis uas harus bermandikan lumpur coklat di depan kampus,ga sampe d situ aja,motor yang kata nya paling d sayang habis berubah warna,hahahhha

disini gu pengen ngucapin sekali lagi terimakasih atas kesedian mereka di siksa di hari jadi mereka

hahahahahhahahaha

Pengaruh Indian Dipole terhadap Iklim di Indonesia

Pengaruh Indian Dipole terhadap Iklim di Indonesia

Latar Belakang
Sebelumnya, mari kita sedikit mereview berita-berita yang pernah kita lihat. Kenapa ada warga di suatu perkampungan yang hanya untuk mendapatkan beberapa liter air bersih saja harus menempuh jarak lebih dari 1-4 kilometer, Sedangkan di wilayah lain air begitu sangat melimpahnya sehingga terkadang menyebabkan banjir. Ini jelas merupakan salah satu bentuk ketidakseimbangan yang diakibatkan tidak meratanya curah hujan yang terjadi, yang bisa dikatakan ini merupakan salah satu efek dari “G L O B A L WARMING”, atau pemanasan global.
Seperti kita ketahui bahwa iklim merupakan rata-rata keadaan cuaca pada cakupan wilayah yang luas dan dalam jangka waktu panjang. Iklim di Indonesia sangat dipengaruhi oleh letak geografisnya yang terletak di khatulistiwa / ekuator sehingga Indonesia sangat dipengaruhi oleh dua jenis angin muson, yaitu angin muson barat dan angin muson timur.

Angin Muson di Indonesia

Angin muson barat merupakan angin yang bertiup pada periode Bulan Oktober hingga April. Angin ini bertiup saat matahari sedang menyinari belahan bumi bagian selatan, yang menyebabkan benua Australia mengalami musim panas, sehingga bertekanan minimum dan Benua asia lebih dingin, sehingga tekananya maksimum. Seperti yang kita ketahui bahwa angin akan bertiup dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekenan minimum, (atau yang bertekanan tinggi ke tekanan rendah) sehingga angin bertiup dari benua Asia menuju benua Australia, dan karena menuju Selatan Khatulistiwa/Ekuator, maka angin akan dibelokkan ke arah kiri. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui lautan luas di bagian utara (Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan).
Sedangkan angin muson timur merupakan angin yang bertiup pada periode Bulan April hingga bulan Oktober . Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi bagian utara, sehingga menyebabkan benua Australia mengalami musim dingin, sehingga bertekanan maksimum dan Benua asia lebih panas, sehingga tekananya minimum, sehingga angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia, dan karena menuju Utara Khatulistiwa/Ekuator, maka angin akan dibelokkan ke arah kanan. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim kemarau akibat angin tersebut melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan sempit.
Akhir-akhir ini pergantian musim seringkali dirasakan tidak sesuai dengan perkiraan waktu yang diperkirakan. Tidak jarang jika kita terkadang mendapatkan musim kemarau yang lebih panjang, dan tidak jarang pula kita mendapatkan hujan yang begitu sering pada musim kemarau. Akibatnya jelas sering kita lihat baik di media cetak ataupun elektronik bencana-bencana yang sering melanda wilayah Indonesia yaitu banjir bandang, tanah longsor pada musim hujan dan bencana kekeringan pada musim kemarau.

Pengaruh Indian Dipole terhadap Perubahan Iklim di Indonesia
Sebenarnya fenomena Indian Dipole tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada fenomena El-Nino dan La- Nina, namun ada perbedaan pada apa yang menyebabkannya dan dimana terjadinya. Sama halnya dengan fenomena El Nino yang disebabkan oleh Indeks Osilasi Selatan (indeks perbedaan tekanan permukaan laut di Tahiti dan tekanan permukaan laut di Darwin/Australia), maka fenomena Indian Dipole lebih diakibatkan oleh adanya perbedaan suhu permukaan air laut di bagian Barat Samudera Hindia (daerah 50o-70o BT dan 10o LS – 10o LU) dan suhu permukaan air laut di bagian Timur Samudera Hindia (daerah 90o-110o BT dan 10o LS – 0o LU). Jadi bisa dikatakan jika fenomena El-Nino dan La-Nina disebabkan oleh adanya perbedaan “tekanan”, sedangkan fenomena Indian Dipole disebabkan oleh adanya perbedaan “suhu” pada permukaan air laut.

Indeks perbedaan suhu permukaan air laut disebut Dipole Mode Index (DMI). Semakin besar nilai indeks ini, maka akan semakin kuat fenomena Indian Ocean Dipole ini dan semakin besar dan fatal akibat yang akan ditimbulkan oleh fenomena ini.

Fenomena Indian Ocean Dipole dimulai pada bulan Mei atau Juni,dan akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober dan akan berakhir pada bulan November atau Desember. Ini mengakibatkan Indonesia yang biasanya mengalami musim hujan mulai bulan Oktober, akan sedikit mengalami perpanjangan musim kemarau. Kondisi kemarau di Indonesia akan semakin parah apabila fenomena Indian Ocean Dipole diikuti oleh fenomena El Nino. Jika kedua fenomena ini terjadi secara berurutan,seperti pada tahun 1997 – 1998, maka Indonesia akan mengalami musim kemarau yang panjang dan sangat merugikan, dari bulan Juni hingga bulan Februari tahun berikutnya.

Mengenai kapan fenomena Indian Ocean Dipole akan terjadi memang sulit diprediksi. Akan tetapi, sudah ada beberapa upaya para ilmuwan untuk mempertepat perkiraan akan munculnya gejala penyimpangan cuaca ini yang telah banyak mendatangkan berbagai kerugian. Contohnya seperti bencana kekeringan yang sangat merugikan terutama pada bidang-bidang seperti pertanian,perikanan,peternakan,dan lainnya.

Beberapa upaya yang sudah dilakukan, misalnya oleh dua orang ilmuwan di Jepang,yang bernama Professor Toshio Yamagata dan Dr. N. H. Saji. Kedua ilmuwan ini telah melakukan analisa terhadap data suhu permukaan air laut di Samudera Hindia pada periode tahun 1958 sampai dengan tahun 1998 dan mengaitkan bencana banjir di benua Afrika bagian timur pada tahun 1961 dan bencana kekeringan di Indonesia pada tahun 1994 dan 1997 dengan anomali pembetukan dua kutub suhu permukaan air laut di Samudera Hindia.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!